03 Juni 2026
HOME » SULTRA » DETAIL

Asrama Berdiri, Fungsi Mati: Mahasiswa Bombana Menagih Keseriusan Pemda

Asrama Berdiri, Fungsi Mati: Mahasiswa Bombana Menagih Keseriusan Pemda
Iklan 468*60
Advertisement
Foto: Ketua Umum Himpunan mahasiswa bombana kolaka

XNN | KOLAKA - Kami dari Himpunan Mahasiswa Bombana Kolaka (HIPMAB Kolaka) menyampaikan kritik tegas kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana atas kondisi Asrama Mahasiswa Bombana di Kolaka yang sejak tahun 2023 hingga 2026 belum menunjukkan adanya pembangunan lanjutan maupun pembenahan yang berarti. Bahkan lebih ironis, pada anggaran tahun 2025 tidak terdapat alokasi pembangunan tambahan untuk asrama tersebut.

Asrama ini belum pernah benar-benar difungsikan sebagai tempat tinggal mahasiswa. Bangunannya ada, tetapi kelayakan, keamanan, dan fasilitas dasarnya belum terpenuhi. Selama bertahun-tahun, asrama ini dibiarkan berdiri tanpa arah, tanpa perhatian lanjutan, dan tanpa kepastian kapan benar-benar bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa Bombana.

Persoalan ini bukan sekadar bangunan yang belum ditempati. Ini adalah cerminan lemahnya komitmen pemerintah dalam memastikan fasilitas daerah benar-benar hidup dan bermanfaat. Pembangunan yang berhenti pada fisik tanpa fungsi adalah bentuk pembangunan yang setengah hati—bahkan cenderung simbolik.

Kami tidak ingin mahasiswa terus diberi janji, lalu dipaksa menunggu tanpa kepastian. Jika jalan belum diperbaiki, fasilitas belum memadai, listrik belum aman, air bersih belum jelas, dan pagar belum dibangun, maka pertanyaannya sederhana: bagaimana mungkin asrama ini disebut layak huni?

Kondisi saat ini sangat memprihatinkan. Kabel listrik terputus akibat kebakaran hutan, sumur bor tidak jelas pengamanan dan pemanfaatannya, serta belum adanya pagar membuat lokasi asrama rawan terhadap gangguan keamanan, potensi pencurian, dan ancaman binatang buas. Ditambah lagi lokasi asrama yang jauh dari pemukiman warga semakin memperbesar risiko bagi mahasiswa.

HIPMAB Kolaka menilai bahwa pembiaran ini adalah bentuk kelalaian terhadap kebutuhan dasar mahasiswa. Pemerintah tidak boleh hanya hadir dalam seremoni, tetapi absen ketika mahasiswa menuntut fungsi, keselamatan, dan kelayakan hidup.

Maka, kami mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana untuk segera merealisasikan perbaikan akses jalan menuju asrama, melakukan pembenahan fasilitas asrama secara menyeluruh, memperbaiki instalasi listrik, memastikan ketersediaan air bersih melalui sumur bor, serta membangun pagar pengaman demi menjamin keamanan mahasiswa.

Kami tegaskan: asrama yang berdiri tanpa fungsi bukan bukti keberhasilan, melainkan bukti bahwa tanggung jawab belum dituntaskan.

Mahasiswa Bombana tidak membutuhkan simbol kosong. Kami membutuhkan bukti, keberpihakan, dan tindakan nyata.

Iklan 468*100
Advertisement

Komentar

Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
0
Tautan berhasil disalin!
Didukung Oleh Partner Kami
LASKAR WONUA VR CREATIVE skillance.id VANGUARD RAMSI GROUP